Menjadi Seorang Vegetarian
Gaya hidup vegetarian sedang menjadi trend hidup sehat yang
kian hari kian banyak diikuti orang. Di Amerika tercatat 4 juta orang
bergaya hidup sebagai seorang vegetarian. Dibandingkan masyarakat pada
umumnya, orang vegetarian memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang rendah, kadar kolesterol rendah, penurunan resiko diabetes tipe 2 dan penyakit koroner. Terdengar menarik bukan?
- Macam vegetarian
Terdapat berbagai macam tipe diet vegetarian. Secara
definisi, seorang vegetarian tidak makan daging, unggas, atau ikan. Ada vegan
yang makan telur dan produk susu, ada pula yang makan produk susu tetapi tidak
makan telur.
Yang paling banyak adalah yang hanya makan sayur sayuran. Mereka tidak makan sesuatu yang berasal dari hewan seperti susu, telur dan madu. Apapun pilihannya, zat nutrisi seperti protein, besi, kalsium, zinc dan vitamin B12 tetap harus menjadi prioritas.
Yang paling banyak adalah yang hanya makan sayur sayuran. Mereka tidak makan sesuatu yang berasal dari hewan seperti susu, telur dan madu. Apapun pilihannya, zat nutrisi seperti protein, besi, kalsium, zinc dan vitamin B12 tetap harus menjadi prioritas.
- Memilih protein
Protein hewani mengandung berbagai macam asam amino esensial
yang dibutuhkan tubuh dan seorang vegetarian tentu tidak selalu mendapatkannya.
Untuk mendapatkan berbagai macam protein, seorang vegetarian harus mengkonsumsi
berbagai macam kacang kacangan, polong polongan dan padi padian. Misalnya
buncis kaya akan asam amino lysine tetapi miskin asam amino yang mengandung
sulfur. Kebalikannya berlaku pada jenis padi padian. Jadi, makan makanan yang
mengandung buncis dan nasi adalah cara terbaik untuk mendapatkan konsumsi
protein yang seimbang.
- Gantikan dengan kedelai
Kedelai dan produk olahannya merupakan sumber protein yang
sangat kaya. Protein yang dihasilkan malah hampir mirip dengan protein pada
daging. Berbagai macam makanan bisa dibuat dari kedelai misalnya tempe, tahu,
dan lain lain.
- Substitusi menu makanan
Salah satu cara mudah berpindah menjadi seorang vegetarian
adalah memperkaya menu makanan anda dengan makanan pengganti yang berasal dari
bahan bahan tanaman. Misalnya mengganti sate daging dengan sate tempe dan lain
sebagainya.
- Keuntungan diet vegetarian
Orang vegetarian cenderung memiliki tubuh yang langsing dan
resiko menderita penyakit berbahaya menurun drastis. Hal ini disebabkan karena
diet vegetarian meningkatkan konsumsi phytochemical.
Zat ini banyak terdapat pada buah buahan dan sayuran yang berwarna. Lutein
terdapat pada brokoli sementara lycopene terdapat pada tomat. Phytochemical
adalah antioksidan yang sangat kuat dan dipercaya mampu melindungi tubuh dari
kanker.
- Kekurangan diet vegetarian
Tanpa memperhatikan dengan baik tentang kecukupan nutrisi,
seorang vegan dapat mengalami kekurangan berbagai nutrisi penting seperti
vitamin dan mineral. Seorang vegan rawan kekurangan zat besi, vitamin B12,
zinc, kalsium dan vitamin D. Cobalah untuk selalu belajar tentang kandungan
nutrisi pada masing masing makanan yang anda konsumsi jika anda memutuskan
menjadi seorang vegetarian.
- Vitamin D dan kalsium
Jika anda mengkonsumsi susu, keju dan yogurt, anda tidak
akan perlu khawatir kekurangan kalsium untuk memperkuat tulang. Nah, masalah
terjadi jika anda vegetarian maka anda harus mencari sumber kalsium alternatif.
Beberapa sumber kalsium alternatif dari tanaman antara lain susu kedelai yang
diperkaya, jus jeruk, biji bijian, kacang kacangan dan beberapa sayur berwarna
hijau. Orang yang menolak minum susu juga akan kehilangan sumber vitamin D.
Para pelaku vegetarian dapat memperoleh vitamin D dari sinar matahari dan bila
kurang bisa ditambah dari suplemen.
- Zinc
Meskipun zinc banyak dijumpai pada menu vegetarian namun penyerapan
di usus tidak sebagus zinc yang berasal dari daging. Solusinya ya harus
mengkonsumsi makanan yang mengandung zinc dalam jumlah banyak. Sumber zinc yang
cukup bagus antara lain susu, keju, gandum, kacang, kedelai, tumbuhan polong.
- Zat besi
Daging merah merupakan sumber utama zat besi, begitu juga
dengan sayuran yang berwarna hijau, kacang goreng, sereal yang diperkaya dan
gandum. Seperti halnya zinc, zat besi yang berasal dari tanaman juga tidak
mudah diserap tubuh sehingga dibutuhkan makanan dalam jumlah banyak atau
dikombinasi dengan vitamin C yang dapat mempermudah penyerapan zat besi.
- Asam lemak omega 3
Asam lemak omega 3 adalah lemak baik yang sangat berguna
untuk menurunkan tekanan darah dan menyehatkan jantung. Asam lemak ini banyak
ditemukan pada ikan yang berlemak dan telur. Jika anda tidak mengkonsumsi kedua
jenis makanan tersebut maka anda harus mencari alternatif sumber asam lemak
omega 3 yang lain. Biji labu, biji rami, walnuts dan minyak sari kedelai adalah
pilihan yang tepat.
- Vitamin B12
Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kelemahan otot dan
kelelahan. Vitamin ini hanya bersumber dari makanan yang berasal dari hewan
seperti daging, telur dan susu. Jadi, seorang vegetarian wajib mengkonsumsi
suplemen vitamin B12 agar tidak kekurangan nutrisi penting ini.
- Vegetarian pada anak anak
Beberapa orang tua bertanya tanya apakah pola hidup
vegetarian boleh pada anak anak atau remaja? Para ahli berpendapat, pola hidup
vegetarian pada anak anak tidak hanya boleh tetapi juga memiliki beberapa keuntungan.
Pada sebuah penelitian terhadap 5.000 anak, peneliti menemukan bahwa diet
vegetarian jauh lebih sehat dibandingkan dengan diet non vegetarian. Hanya
harus diperhatikan kecukupan nutrisi terutama protein dan lemak.
- Vegetarian paruh waktu
Anda tidak perlu menjadi vegan tujuh hari seminggu untuk
mendapatkan beberapa keuntungan pola hidup vegetarian. Tidak makan daging
sehari atau dua hari dalam seminggu sudah cukup untuk menurunkan konsumsi lemak
jenuh dan kolesterol jahat. Hidup menjadi seorang vegetarian saat ini mulai
mudah karena rumah makan vegetarian sudah cukup banyak tersebar di beberapa
kota besar di Indonesia.
Be a Vegan!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar